Hi quest,  Selamat Datang  |  sign in  |  register now  |  lupa password ?

Kamis, 14 Juli 2011

Makanan Pahit Penting Bagi Kesehatan

SAYURAN  atau panganan yang rasanya pahit sering tidak disukai banyak orang.  Padahal rasa pahit pada sayuran atau panganan itu sehat.

Reseptor pada lidah kita memiliki 20 ribu hinggga 50 ribu perasa. Rasa pahit tersebut justru dapat membantu memproduksi enzim dan bertindak seperti sinyal peringatan kepada reseptor dengan memberi tanda jika makanan itu racun. Namun, bukan berarti semua sayuran atau pangan yang pahit itu tidak sehat.

Sifat tertentu yang terdapat pada sayuran sangat bermanfaat bagi tubuh. Zat aktif biologis atau yang disebut fitonutrien, memberikan bau, warna dan rasa pada tanaman merupakan antioksidan terkuat.

Selain itu, nutrisi lain yang juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan adalah, glucopyranosides, salicin, flavonoid, dan polifeno.

Salah satu jurnal Amerika tentang gizi mengatakan, sebagian besar antioksidan yang terkandung dalam sayuran umumnya pahit. Rasa pahit dalam sayuran membunuh berbagai kuman dan parasit (seperti cacing cincin, cacing pita yang menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare).

Namun, sebagian sayuran jika terlalu lama dimasak juga menyebabkan rasa pahit timbul, seperti sawi. Sehingga disarankan untuk memasak sayuran sebentar saja.

Sayuran ketika terlalu lama dimasak mengandung senyawa belerang dan itu memberikan rasa yang tidak enak. Karena itu, sebaiknya memasak sayuran tetap dalam keadaan segar agar rasanya tetap enak. Sebaliknya, saat memasak sayuran pahit agak lama agar terasa lebih manis

Ada beberapa prosedur memasak dapat dilakukan untuk menghindari rasa pahit pada sayuran seperti, mengukus, menumis dalam minyak seperti minyak zaitun atau menambahkan beberapa tetes lemon, jus asam, atau garam saat memasak. Rasa pahit itu sehat, tapi bagaimana menyajikan agar rasa itu tidak membuat stres lidah merupakan cara terbaik untuk memakannya. (suzanna bee)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar